STRATEGI JITU DALAM BISNIS NABI MUHAMMAD SAW

Muhammad Rasullah
sumber : https://babussalam.online

Nabi Muhammad pada saat berdagang tidak hanya sekedar melakukan transaksi tetapi juga membangun persepsi sebaik mungkin sebuah produk di mata konsumen, strategi bernegosiasi hingga keterbukaan dalam bertransaksi menunjukan kemampuan Nabi Muhammad dalam merebut pangsa pasar dari konsumen

Bagaimana agar kita goal setting pada kegiatan market modern saat ini, yang ingin kita capai tentunya kesetiaan pelanggan dan loyalitasnya.

Nabi Muhammad tidak hanya mampu menciptakan pelanggan yang loyal tetapi juga mampu pelanggan yang percaya dengan menggunakan formula berikut :

1.      Jujur

Sebelum memulai karir sebagai pengusaha, nabi Muhammad telah lama dikenal sebagai seorang yang dapat di percaya oleh semua orang. Setelah Nabi Muhammad melakukan perniagaan sikap tersebut tidak berkurang sedikit pun. Sikap jujur yang menjadi dasar kegiatan dan ucapan nabi Muhammad secara otomatis menumbuhkan kepercayaan jangka Panjang dari semua yang berinteraksi dengannya baik dalam bisnis maupun kehidupan sehari-hari. Seorang pengusaha yang jujur akan dengan tenang menjalankan usahanya dan akan mendapat kepercayaan dari pelanggannya.

Sikap jujur adalah kunci utama dari kepercayaan pelanggan. Kepercayaan bukanlah suatu yang diciptakan. Tetapi kepercayaan adalah sesuatu yang dilahirkan.

2.      Ikhlas

Walaupun nabi Muhammad telah mendapat kepercayaan dari konsumen, tetapi ia tidak mamanfaatkan kepercayaan tersebut untuk mendapat laba yang lebih banyak.

Nabi Muhammad SAW Bersabda, “Aku bagaimana pun hanya seorang manusia, jika kalian membawa suatu perkara ke hadapanku dan salah satu dari kalian lebih fasih berbicara dari yang lain setelah mendengar pendapat, sangatlah mungkin aku akan memutuskan perkara tersebut menurut kepentingannya.”

sumber : https://umma.id

Sikap ikhlas akan membuat hidup kita lebih bersahaja.

Ketika kita tidak memiliki kemampuan yang kompeten dalam satu bidang atau tidak mampu menaklukan pangsa pasar, maka dengan sikap ikhlas kita tidak akan terbebani karena terlalu memaksakan diri. Ikhlas akan jadi penyeimbang dalam kehidupan kita. Banyak buku panduan menjadi kaya tapi tidak memberikan panduan mengenai hal yang harus dilakukan setelah kita mendapatkan kekayaan. Perlu ditekankan bahwa sikap ikhlas bukan berarti menerima denga apa adanya dan tidak mau bersusah payah atau tidak sungguh-sungguh. Namun mampu membaca kemampuan diri sendiri jauh lebih baik dari pada mengukur kemampuan orang lain.

Nabi Muhammad yang pada akhirnya menjadi penguasa jazirah Arab sesungguhnya memiliki kekayaan yang berlimpah. Namun dengan sikap ikhlasnya, ia lebih memilih sikap bersahaja untuk mendapatkan ketenang batin. Sebuah hal yang sampai kapan pun tidak akan ternilai dengan uang.


3.      Propesional

Nabi Muhammad pernah mengingatkan, apabila menempatkan seseorang bukan pada pekerjaan yang dia kuasai maka bersiaplah untuk mangalami kehancuran.

Orang yang tidak kompeten dalam menjalankan suatu bidang atau perkerjaan tentu hanya akan memperburuk keadaan. Seorang yang propesional juga akan selalu bersikap cermat dalam setiap perbuatan yang dilakukan, karna ia percaya bahwa hari esok harus lebih baik dari hari ini.

Nabi Muhammad Bersabda, “Yang terbaik dari kalian adalah yang tidak mengabaikan dunia demi mengejar hari akhir, atau yang mengejar hari akhir demi dunia ini dan tidak menjadi beban bagi orang lain.”

Profesional kerja
sumber : https://twitter.com/ITBCareerCenter/status/1352798455706472448

Penekanan pada “tidak menjadi beban bagi orang lain” memicu sikap untuk terus berusaha mengejar cita-cita atau target yang diinginkan.

Pada akhirnya sikap ini yang akan membawa seorang individu pada pemanfaatan waktu dan sumber daya yang semakin efektif dan efesien.

Dua hal ini yang harus kita ciptakan. Profesionalisme dan Ikhlas dua hal yang saling berkaitan dan saling menyeimbangkan. Ikhlas menjaga kita dari sikap terlalu memaksakan diri dan menerima apa pun hasilnya setelah usaha yang optimal. Profesionalisme menjaga dari sikap malas tanpa adanya usaha yang optimal.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

RUBAH MINDSET MISKIN KITA